Jangan Mengejek

Refleksi Kehidupan
0



Pernah terbaca kisa dizaman Rasulullah dahulu:

Suatu ketika, Abu dzar Al ghifari memanggil dengan nada mengejek sahabat Bilal bin Rabbah dengan sebutan “hai anak hitam!!!”. Karena tersinggung, Bilal bin Rabbah mengadu kepada Rasulullah SAW. Lantas Rasulullah bertanya kebenaran aduan itu: “adakah engkau telah berkata demikian?”. “benar ya Rasulullah” jawab Abu dzar. Kemudian Rasulullah menyuruh Abu dzar agar meminta maaf kepada Bilal. Dalam riwayat itu Abu dzar berbaring, dan meminta supaya sahabat Bilal menginjak pipinya sebagai ungkapan maaf. “Bilal, silahkan engkau pijak pipiku ini, sungguh belum engakau maafkan saya, kalau belum engkau lakukan”.  

Itu adalah cerita dahulu. Tampak jelas bahwa cara meminta maaf kepada orang lain tulus dan sungguh-sungguh. Saya tidak terlalu yakin kalau cerita itu terulang lagi. “Orang sekarang sudah mengejek memijak pula”.   

Perkara mengejek memang perkara sepele bahkan sering kita dengar, atau jangan-jangan kita lah pelakunya. Entah mengapa sering spontan terucap nada yang sarat dengan ejekan manakala melihat sesuatu yang mengganjal dihati. Padahal sebenarnya, belum tentu sesuatu yang kita ejek itu lebih baik daripada kita. Banyak sekali persoalan yang timbul akibat dari ejekan kepada orang lain dan saya kira mengejek adalah pangkal dari munculnya berbagai persoalan. Oleh karena itu Allah mengharamkan perbuatan mencela orang lain:

“Hai orang-orang  yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya. Boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan jangan suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. (QS. Al Hujurat: 11) .

Tulisan sederhana dan singkat ini berharap kepada kita semua agar menjauhi sifat buruk tersebut. Semoga  

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)