Sebelumnya
telah dijelaskan 3 program prioritas Ramadan: salat di awal waktu, Tarawih dan
Witir. Lanjutan dari amaliah Ramadhan yang juga tidak kalah penting adalah salat
Tahajjud dan Duha.
Tahajjud
adalah salat malam, lebih tepatnya di sepertiga malam yang akhir. Salat ini
menjadi salah satu penanda kesalehan spiritual seorang muslim. Bagaimana tidak,
di saat orang sedang tidur nyenyak ia terbangun, menghadap dan mengadu kepada
Tuhannya. Sungguh, ini amalan berat yang tidak sembarang orang bisa
melakukannya.
Al-Qur'an
menghimbau agar pada sebagian malam ada yang bangun salat tahajjud agar mendapatkan
tempat yang terpuji (Maqamam Mahmuda). Janji Al-Qur'an akan memberikan
balasan tempat terbaik di sisi Allah bagi orang yang mau bangun di tengah malam
mengingat-Nya (QS. Al-Isra’/17: 79).
Soal
balasannya sebesar apa, bagi hamba yang profesional tentu tidak terlalu
penting. Kecuali bagi mereka yang masih amatiran dalam beragama perlu
hitung-hitungan matematis dalam beramal. Menjadikan pahala sebagai motivasi
tuggal dalam beribadah. Tidak ada salahnya.
Emha Ainun
Najib, dalam satu kesempatan mengatakan kalau hidupmu sumpek, silahkan
bangun tengah malam salat dua rakaat saja, habis itu ngak usah ngapa-ngapain,
diam saja sambil senderan, ingat tuhan, sudah cukup. Nanti kamu ketemu rahasia
di balik itu. Rasanya belum sampai ke level yang disarankan Cak Nun, kebanyakan
di antara kita masih butuh transaksi dengan Allah, sayang rasanya kesempatan
baik itu tidak mengadu dan tidak meminta.
Mengapa doa
relatif didengar dan cepat menembus langit ketika sepertiga malam yang akhir?
Karena pada saat itu dunia tidak berisik, dunia sedang tenang, tanpa gangguan. Persis
seperti sinyal ponsel, kekuatannya sedang maksimal, karena hampir tidak ada
yang menggunakan ponsel waktu itu. Begitu juga sinyal hamba dan Tuhannya saat
itu sedang tidak ada gangguan, maka cepat sekali nyambung dengan Yang Maha
Kuasa. Tinggal minta, mau apa?.
Puasa Ramadan
seyogyanya menjadikan kita terlatih melaksanakan Tahajjud, bagun lebih awal
sebelum makan sahur pasti ke kamar mandi dulu, cuci muka. Jangan berhenti di
situ, teruskan berwudu. Jangan langsung ke meja makan, selesaikan dua rakaat. Cukup.
Adapun salat
Duha dikerjakan pada saat matahari naik hingga sebelum masuk waktu salat Zuhur.
Pada waktu ini, memang manusia sedang sibuk-sibuknya bekerja, tetapi bagi
mereka yang tetap ingat dengan Tuhannya, mengerjakan salat Duha akan membantu memudahkan
urusan duniawi yang sedang diupayakan.
Itulah
mengapa di sebagian instansi, banyak orang yang mencuri sedikit waktu diam-diam
menyelinap salat Duha. Yang masih sekolah, biasanya istirahat pertama dia
berkorban untuk terlambat jajan karna mengejar waktu Duha.
Apa manfaat
dari salat Duha?. Begini, ada rejeki yang sudah terukur, ada yang tidak
terukur. Rejeki yang tidak terukur ini datang dari arah yang tidak
disangka-sangka (minhaitsu la yahtasib). Kalau mau jujur, rejeki tidak
terduga ini jumlahnya jauh lebih besar.
Sebagai
pegawai yang gajinya sudah ditentukan baik jumlah maupun waktunya, katakanlah setiap
tanggal 1 awal bulan. Bisa saja kadang-kadang tidak sesuai perkiraan. Alasannya
bisa macam-macam. Yang jelas, rejeki itu tidak sampai ke tangan, meskipun sudah
terukur. Dalam rangka ini lah perlu dibantu dengan dorongan salat Duha. Akan
halnya dengan rejeki dari jalan yang tidak terduga, salat Duha berperan untuk
mendatangkan dan membuka jalan agar sampai ke cabang-cabang rejeki lainnya.
Doa salat
Duha sebagaimana yang terdapat di dalam tuntunan salat sesuai anjuran
Rasulullah patut dihapal dan dicermati: "... Ya Allah, kalau rejekiku
di langit, turunkan, kalau berada di bumi, keluarkan, kalau berada di laut,
tampakkan, kalau susah, mudahkan, kalau jauh dekatkan, kalau sudah dekat,
kuasakan aku mengambilnya. Berkat kebenaran waktu Duha-Mu, berikanlah kepadaku
apa yang telah engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh".
Doa ini
tidak hanya penting dihapal, tetapi juga dimaknai lebih dalam. Pendeknya, salat
Duha banyak manfaatnya terutama dalam hal mendongkrak rejeki yang lebih berkah
(baik kuantitas jumlahnya, maupun kualitas kebermanfaatan yang datang darinya).
Bersambung
