Tasawuf: Dekat dengan Allah

Refleksi Kehidupan
1



Tasawuf: Dekat dengan Allah

Mari sejenak kita berilustrasi,  

“Andai kita dekat dengan lurah, maka semua urusan administratif dikelurahan akan gampang, e-KTP, Kartu Keluarga dalam hitungan menit bisa selesai ditempat.heheh… bukan mengada-ada ini fakta. Andai kita dekat dengan Walikota, maka semua urusan yang berkaitan ditingkat kota akan mudah terselesaikan, bahkan tak hanya itu saja sejumlah program dan proyek kita akan ikut ‘kecipratan’. Lebih jauh lagi, andai kita kenal dekat dengan bapak presiden Jokowi, mungkin kita sudah diangkat jadi menteri, walau tidak terlalu memiliki kualifikasi yang memadai”.

 Sudahlah tak perlu diteruskan lagi. Saya hanya ingin sampaikan bahwa betapa pentingnya kedekatan dengan seseorang, membangun relasi dan menjaga pertemanan dengan tulus ikhlas.

Untuk bisa dekat dengan manusia tentu kita harus menjaga silaturrahim secara intensif, sering ketemu dan saling membantu atau melakukan hal-hal yang memungkinkan menarik simpati manusia.

Lalau bagaimana agar dekat dengan Allah?

Menurut kaum sufi, langkah awal untuk dapat dekat dengan Allah adalah mensucikan jiwa dengan cara menguasai dan mengontrol hawa nafsu. Bahkan dalam salah satu pendapat yang ekstrim hamwa nafsu itu harus ditekan sampai titik terrendah, bila memungkinkan mematikan hawa nafsu itu sama sekali. Terlalu berat memang. Tetapi kita bisa berlatih melalui tahapan-tahapan berikut:

1.      Mengosongkan diri dari segala sifat tercela, Dosa dan kemaksiatan (Takhalli)
2.      Menghiasi diri dengan sifat terpuji (Tahalli)
3.      Merasakan kedekatan dengan Allah dengan sebenar-benarnya (Tajalli)

Hal ini dapat diibaratkan ketika kita hendak menanam padi di sawah, maka langkah pertama yang harus kita lkukan adalah membersihkan lahan terlebih dahulu dari segala rumput dan hama yang dapat mengganggu pertumbuhan padi yang akan kita tanam, setelah lahan bersih barulah kita bisa menanam dengan benih/bibit yang terbaik, untuk kemudian memetik hasilnya pada waktu yang tepat.

Memang sangat sulit melalui latihan ini, lebih sulit dari latihan militer. Tetapi kalau kita berusaha dan konsisten pasti bisa. Dekat dengan manusia (yang kita kasihi) saja butuh proses dan pengorbanan yang panjang,bahkan waktu yang cukup lama. Apa lagi dekat dengan Allah. Tentu class nya berbeda.

Kalau dekat dengan manusia saja dapat menjadikan hati kita senang dan urusan serba gampang, konon lagi dekat dengan Allah yang maha segalanya. Tinggal bilang, mau apa?. Pasti diberi. Kadang walau tak rasional dan tak mungkin pasti akan di berikan Allah, dengan syarat kita harus betul-betul dekat denganNya.   

Posting Komentar

1Komentar

  1. Dengan mengubah menjadi nafsu muthmainnah...sehingga nikmat dekat pada Allah melebihi nikmat dunia dan seisinua

    BalasHapus
Posting Komentar