Filosofi Zakat (Bagian 3)

Refleksi Kehidupan
0


Di dalam Al-Qur'an, ayat tentang salat dan zakat selalu berdampingan, setidaknya diulang sebanyak 82 kali. Allah memerintahkan untuk menegakkan salat beriringan dengan perintah menunaikan zakat. Apa maknanya?


Salat merupakan relasi vertikal antara manusia dengan Tuhannya, sementara zakat adalah relasi horizontal antara sesama manusia. Allah tidak menginginkan agar manusia hanya baik hubungannya dengan Tuhannya, melainkan juga harus baik terhadap sesama. Pada saat yang sama, tanda bahwa seseorang benar-benar telah melaksanakan salat adalah bahwa dia juga memiliki kepekaan sosial.


Melalui ayat ini, Allah menginginkan agar seseorang tidak hanya memiliki kesalehan individual, tetapi juga perlu memupuk kesalehan sosial. Sejatinya, ibadah yang disyariatkan memiliki dampak sosial yang amat penting. Salat berjamaah misalnya, selain pahalanya yang besar juga ada aspek sosialnya, di sana ada imam dan makmum, imam harus mengerti kondisi makmum, makmum juga harus patuh terhadap komando imam.


Puasa juga demikian, selain sebagai ibadah yang bersifat individual, tetapi muatan sesungguhnya adalah bagaimana mengasah kepekaan sosial, terutama saat lapar, orang yang berpuasa akan merasakan bagaimana penderitaan orang yang kurang beruntung. Dan karena itu, setelah berbuka ia akan lebih mudah berbagi.


Haji pun demikian. Setidaknya dua hal yang sangat kental dengan aspek sosial. Pertama, nampak persatuan umat Islam saat musim haji dari berbagai penjuru berkumpul di satu tempat saat wukuf di Arafah. Tanpa mengenal status sosial, yang ada hanya siapa hamba yang paling bertakwa. Kedua, aspek ekonomi. Haji sebagai ibadah yang paling mahal memiliki peluang perputaran uang yang luar biasa. Tidak heran jika banyak pejabat yang ngiler mencoba melirik dan memanfaatkan dana haji untuk menyelamatkan proyek tertentu.


Relasi salat dan zakat saling melengkapi satu sama lain. Salat membantu meningkatkan kesadaran dan keimanan, sehingga membuat seseorang lebih peduli dengan orang lain. Karena itu, dengan rela ia mau berzakat. Sementara itu, zakat dapat membantu membersihkan harta dan jiwa seseorang, sehingga membuat mereka lebih siap dan mantap saat salat. Mengapa? Karena hanya dengan hati yang bersihlah seseorang dapat merasakan nikmatnya salat. Bukan hanya hati, tetapi material yang dipakai saat salat juga berpengaruh terhadap kekhusyukan salat. Orang yang berzakat tentu memperoleh dua hal ini: hati dan jiwanya bersih, demikian juga dengan hartanya.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)