Aku, Kami: Tadabbur Al-Qur'an Bagian 1

Refleksi Kehidupan
0

 


Kata Allah di dalam ayat Al-Qur'an sering menggunakan ungkapan “Aku” dan “Kami”. Dalam bahasa Indonesia aku dan kami merupakan kata ganti orang pertama dalam bentuk tunggal dan jamak.

 

Sudah pastilah Allah Esa, Maha Esa. Dalam konteks bahasan ini, ketika menggunakan "Aku" maka Allah tunggal dan tidak berarti Allah banyak, ketika menggunakan kata "Kami".

 

Sekarang, apa bedanya ketika Al-Qur'an menyebutkan diri-Nya "Aku" dan "Kami". Menurut pakar tafsir paling populer di Indonesia, Quraish Shihab, kata "Aku" menunjukkan Allah sendiri, sementara "Kami" mengisyaratkan Allah bersama yang lain.

 

Sekadar contoh, “Waani'buduni hadza siratim mustaqim” (QS. Yasin/36: 61). “Sembahlah Aku, inilah jalan yang lurus”. Ayat ini mengatakan bahwa hanya Allah sendiri yang patut di sembah. Tidak ada yang lain. Karenanya, tidak patut menyembah makhluk apalagi mengagung-agungkannya. Karena itu pula, memuja dan menyanjung pimpinan berlebihan, jelas mengingkari ayat ini. Sekali lagi, hanya Allah sendiri, satu-satunya yang berhak disembah.

 

Ada lagi ayat yang mengatakan "Innani anallahu la Ilaha illa ana fa'budni wa aqimis shalata lidzikri" (QS. Taha/20: 14). “Sesungguhnya Aku (Allah), tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Aku. Maka sembahlah Aku dan dirikan shalat untuk mengingatKu". Ayat ini juga menjelaskan bahwa motivasi beribadah seyogyanya hanya ditujukan kepada kepada Allah (Lillahi ta’ala). Demikian pula dengan melaksanakan salat, hanya untuk Allah saja, bukan karena ingin dipuji orang, atau dianggap sebagai orang yang saleh. Ini jelas keliru.

 

Sekarang contoh ayat yang menggunakan kata "Kami". "Inna nahnu nazzalna dzikra wa Inna lahu lahafidzun" (QS. Al-Hijir/15: 9). "Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur'an, dan Kami pula yang menjaganya". Ayat ini bisa dimaknai bahwa yang menjaga Al-Qur'an bukan hanya Allah sendiri, tetapi melibatkan pihak-pihak lain. Para penghafal Al-Qur'an misalnya, berkontribusi signifikan dalam menjaga Al-Qur'an, sejak zaman Nabi sampai hari ini mereka yang menyimpan Al-Qur'an di kepalanya, tidak saja mendapatkan kedudukan yang mulia di tengah-tengah manusia, melainkan juga senantiasa bersama Allah menjaga ayat-ayat-Nya.

 

Contoh yang lain misalnya, "Wa man nuammirhu, nunakkishu filkhalqi afala ya'qilun" (QS. Yasin/36: 68). "Siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami balikan proses penciptaannya (dari kuat menuju lemah). Maka, apakah mereka tidak mengerti?". Ini berarti bahwa Allah dan Manusia serta faktor x lainnya punya andil dalam mengatur umur yang panjang. Allah bersama manusia bisa mentukan apakah usianya akan panjang atau sebaliknya. Pada dasarnya memang izin Allah, tetapi manusia bisa berupaya dengan menjaga kesehatan, berolahraga, menjaga pola makan, dan memperbanyak silaturahmi.

 

Demikian luar biasanya mukjizat Al-Qur'an dari aspek kebahasaannya. ini baru sedikit tentang kata ganti orang pertama. Belum tentang keseimbangan kata, rahasia di balik hurufnya, dan masih banyak lagi.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)