Epistemologi Ilmu Perspektif Islam dan Barat (Bagian 2)

Refleksi Kehidupan
0

 


 

Setelah melalui proses pensucian jiwa (Tazkiyatun nafs), langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh orang yang menghendaki ilmu pengetahuan melalui jalan spiritualitas adalah menghiasi diri dengan perilaku terpuji. Konsep Tasawuf menyebutnya dengan (Tahalli), adapun pembersihan diri, sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya dikenal dengan (Takhalli).

 

Ketika jiwa bersih maka ia bisa diisi dengan perilaku terpuji. Jika belum bersih, agak susah mengisinya dengan sifat-sifat terpuji. Bagaimana mungkin perilaku terpuji bercampur dalam satu wadah yang tercemar dengan perilaku tercela?. Kalaupun bisa, tentu tidak akan pernah menjadi kebaikan yang murni. Persis seperti mencampur air bersih dengan lumpur, sampai kapanpun tidak akan pernah menjadi jernih. Jadi, tangga pertama (takhalli) dalam mencari ilmu adalah langkah paling substansial.

 

Jika sudah mampu bertahap menghiasi diri dengan perilaku terpuji, maka perlahan namun pasti seseorang akan mengalami lompatan spiritual yang signifikan. Dan pada puncaknya, ilmu Tasawuf menyebutnya sebagai pengalaman yang merasakan kenyataan akan Tuhan, kesadaran spiritual yang nyata (Tajalli).

 

Para penggiat sufi, selalu menganalogikannya dengan seorang petani yang ingin memperoleh hasil panen suatu tanaman yang bagus secara kualitatif dan melimpah secara kuantitatif.

 

Katanya begini: sebelum menanam (Tahalli), pastikan terlebih dahulu lahan yang akan ditanami bersih, tidak ada rumput liar yang potensial menghambat pertumbuhan benih yang akan ditanam. Tanahnya subur, kadar airnya cukup, dan benar-benar siap untuk ditanami (takhalli). Kalau ini sudah dipastikan, maka dengan perawatan yang kontinu atau dalam bahasa agama disebut dengan istikamah memastikan dalam proses takhalli dan Tahalli terjamin, maka benih apapun yang akan ditanam akan menuai hasil maksimal sebagaimana yang diharapkan. Bahkan, hasilnya mungkin lebih dari sekadar yang diharapkan.

 

Kalau konteksnya tanaman, tentu akan mendapatkan buah yang memuaskan, tetapi kalau konteksnya ilmu, seperti yang sedang kita bicarakan, seseorang pasti akan mendapatkan insight dan wise yang luar biasa.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)