Imam Ghazali pernah membuat analogi yang sangat cantik tentang bagaimana seseorang memperoleh ilmu dan hikmah melalui jalan spiritualitas. Kira-kira mirip seperti orang yang ingin mendapatkan air. Bagaimana agar air sampai ke rumahnya?.
Ada yang
menempuh jalan normal yakni dengan mencari sumber air, kemudian membuat aliran
air, apakah dalam bentuk parit atau melalui
pipa, nanti air akan dengan sendirinya sampai dirumah sipencarinya. Ini
adalah jalan yang normal.
Al-Ghazali
menawarkan satu metode lagi, seseorang tidak perlu repot-repot mencari sumber
air, tidak juga perlu sibuk menyiapkan media untuk mengalirkan air. Ia cukup
pergi ke belakang rumah, fokus menggali tanah sampai dalam sampai ketemu mata
air, nanti air akan muncul sendiri.
Dalam
konteks pencarian ilmu pengetahuan, orang bisa saja sekolah setinggi mungkin,
membaca tumpukan buku, berdiskusi kesana-kemari, baru kemudian ia mendapatkan
ilmu pengetahuan. Tapi ada juga bagi sebagian orang yang tidak perlu sekolah
formal, tidak juga sibuk berdiskusi atau menghadiri seminar, cukup dengan
membersihkan dirinya, nanti ilmu akan datang sendiri. Ilmu diberikan langsung
oleh yang Maha Memilikinya.
Di
kampung-kampung yang masih sangat kental dengan tradisi Islam, terlalu banyak
contoh dimana ada orang yang tidak pernah mengenyam bangku sekolahan tapi
keteladanannya, ajarannya, bahkan hikmah dari ucapannya selalu menyejukkan.
Lebih sejuk bahkan dari petuah Profesor Doktor Yang yang katanya hebat-hebat
itu.
Cobalah
perhatikan, bandingkan ketika orang yang diberi hikmah diminta berbicara,
karena ahli hikmah memang tidak pernah meminta untuk memberikan hikmah, ia
justru diminta. Mereka ini lebih menyejukkan dari orang yang terlanjur dianggap
pintar oleh kebanyakan orang.
Akhirnya,
sebagai muslim yang baik, dua pendekatan ini, baik Islam dan Barat harus
dikawinkan. Tidak boleh ada dikotomi metodologis antara Timur dan Barat. Ilmuan
muslim sudah seharusnya menguasai metode empirik dan menajamkan aspek spiritualitasnya.
Ilmuan Baratpun, sebaiknya pelan-pelan belajar mengambil hikmah spiritual yang
hanya mungkin diberikan oleh yang Maha Otoritatif. Jalan satu-satunya adalah
dengan mendekatkan diri kepada pemilik ilmu itu.
