Al-Qur'an
merupakan petunjuk hidup manusia, di antara isi kandungan Al-Qur'an adalah
akidah, ibadah, akhlak, syariah, muamalah, sejarah atau kisah, ilmu
pengetahuan, etika, janji dan ancaman. Dari sini, dapat dikatakan bahwa
kandungan Al-Qur’an bersifat universal. Karenanya, berdampak baik bagi seluruh
umat manusia.
Salah satu
kandungan dari Al-Qur'an adalah bahwa ia berisi nasehat-nasehat. Meskipun di
dalam literatur, nasehat tidak disebutkan secara eksplisit. Di atas dari itu
semua, agama inipun sesungguhnya merupakan nasehat (Addinu nasihah).
Nasehat yang
dimaksud tidak hanya pada konten ayatnya, melainkan juga pada sindiran
spiritual, real time bagi siapa saja yang membacanya, seolah-olah ia sedang
dinasehati Al-Qur'an.
Dinasehati
langsung oleh Al-Qur'an adalah sebuah kebahagiaan spiritual yang tidak
terlukiskan. Memang, syaratnya sedikit banyak harus bisa, setidaknya
menerjemahkan ayat Al-Qur'an secara harfiah. Tentu saja, untuk bisa sampai pada
level ini, perlu membaca Al-Qur'an plus dengan terjemahannya.
Saat hati
sedang gundah dan sedih, entah bagaimana ceritanya bisa sampai membaca ayat
"La tahzan innalilahi ma'ana" (QS.At-Taubah/9: 40). “Jangan
bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”. Saat membaca ayat ini, seketika
membangkitkan semangat, lupa akan kesedihan.
Saat sedang
dibayang-bayangi oleh rasa takut, atau sedang ada yang meneror. Ketemulah
dengan ayat "La khaufun 'alaihim wa la hum yahzanun" (QS.
Yunus/10: 62). Orang yang beriman itu, tidak ada rasa takut padanya dan mereka
tidak bersedih.
Bahkan, saat
sedang berselisih dengan istri ketemu ayat "Fain karihtumuhunna fa’asa an
takrahu syaian wa yaj'allahu fihi Khairan katsira" (QS. An-Nisa’/4:
19). “Jika kamu tidak menyukainya, bersabarlah. Karena boleh jadi sesuatu yang
kamu tidak suka, Allah memberikan kebaikan yang banyak bagimu”. Nasehatnya,
kalaupun marah, marahlah sekadarnya, karna lebih baik, atau banyak kebaikan yang
telah, sedang dan akan diberikan oleh istri. Ini masih lebih baik ketimbang
belum atau tidak beristri.
Dahulu
sewaktu penulis hendak menikah ada satu nasehat dari Al-Qur'an yang membekas
sampai sekarang, ketika mengetik tulisan ini kembali teringat. Ada ayat yang
mengatakan: "Waankihul ayama minkum, washalihina min ibadikum wa imamikum,
in yakunu fuqaraa yughnihimullahu minfadlihi, wallahu wasi’un ‘alim".
(QS. An-Nur/24: 32). "Menikahlah dengan orang yang Sholeh, jika ia berada
dalam kekurangan, Allah akan mencukupkannya dengan berkahnya, sesunguhnya Allah
Maha meluaskan rezeki lagi Maha Mengetahui.
Ayat ini
tidak hanya menjadi penyemangat, tetapi juga menjadi motivasi untuk lebih
percaya diri sekaligus optimis menapaki setiap langkah kehidupan.
Demikian
beruntungnya mereka yang setiap hari tidak lepas dari Al-Qur'an. Al-Qur'an
hadir menasehatinya langsung, sesuai dengan kondisi pembacanya. Kata Quraish
Shihab: "Kalau anda ingin bercakap-cakap dengan Allah, berdoalah. Tapi
kalau anda ingin Allah yang berbicara kepada anda, bacalah Al-Qur'an".
.png)