Menurut bahasa setan berarti “ba’uda” atau “jauh”. Jauh dari Allah, karena ingkarnya melawan perintah Allah untuk sujud kepada Adam as. Semula, setan bersama para malaikat berada di dalam surga mengerjakan perintah Allah sambil menikmati segala fasilitas di dalamnya. Dalam buku Nahjul Balaghah, Ali Bin Abi Thalib menyebutkan bahwa setan pernah shalat/taat kepada Allah selama 6000 tahun. Lalu kesombongan lah yang menyebabkannya harus terusir dari surga untuk selama-lamanya.
Umumnya orang menganggap bahwa setan
adalah makhluk ghaib yang memiliki rupa yang bermacam-macam. Menurut penuturan beberapa
orang yang pernah ketemu dengan makhluk halus ini, setan bisa dideskripsikan
dengan berbagai variasi bentuk yang berbeda. Banyaknya nama atau istilah yang
di nisbahkan selama ini kepada setan merupakan bukti bahwa persepsi tiap orang
berbeda tentang setan. Baiklah, kita tidak akan mempersoalkan tentang itu. Yang
jelas, lazimnya orang menganggap bahwa setan itu menakutkan, mengerikan dan
hanya dapat diindera oleh orang-orang tertentu dan pada waktu yang tertentu
pula.
Mari kita tinggalkan setan dalam
perspektif common sense. Sekarang mari kita lihat bagaimana terminologi
Al-Qur’an mengenai klasifikasi setan yang sebenarnya. Anda mungkin atau boleh
jadi terkejut sebagai mana terkejutnya saya dahulu. Bahwa sebenarnya setan itu
ada dan sangat dekat disekitar kita, konkret atau nyata dan selalu mengelabui
kita, atau jangan-jangan kita sendirilah setan yang dimaksud.
Didalam Al-Qur’an, setidaknya ada
dua ayat yang menjelaskan bahwa sebenarnya setan itu tidak selalau seperti yang
selama ini kita bayangkan, setan itu bisa juga berasal dari golongan jin dan
manusia. Ayat pertama terdapat pada surah Al-An’am/6: 112: “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh,
yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka
membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah
untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak
mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan”.
Ayat ini memberikan informasi kepada
bahwa sebenarnya ada setan yang berwujud seperti manusia yang kerjanya
membisikkan manusia perkataan-perkataan yang dianggap baik yang tujuannya
adalah menipu manusia. Jadi, setan itu tidak selalu dalam bentuk yang abstrak,
tetapi ada juga yang berwujud nyata. Dengan demikian, jika ada orang-orang
disekitar kita yang kerjanya selalu menghasut, membisikkan, menebar kebencian
dan melakukan tindakan provokatif lainnya itulah setan yang sesungguhnya.
Silahkan anda cek sendiri, ternyata setan itu dekat sekali dengan kita.
Dengan nada yang sama namun redaksi
yang berbeda, pada surah An-Nas/114: 5-6 dijelaskan: “yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. dari
(golongan) jin dan manusia”. Ayat ini
memiliki makna yang sama dengan ayat sebelumnya, yakni menyebutkan kesamaan
pekerjaan setan untuk merayu dengan tujuan menggelincirkan manusia supaya
melakukan berbagai kemaksiatan.
Apa yang hendak penulis
sampaikan dalam uraian yang amat singkat ini adalah bahwa setan itu sebenarnya
sangat dekat dengan kita dan hadir selalu bersama kita atau boleh jadi kita
sendiri setan yang dimaksud. Singkatnya, setan itu merupakan adjective atau
sifat. Jika ada orang yang selalu menyuruh dan atau mempengaruhi kita kepada
kemaksiatan atau menghalang-halangi kita untuk mengerjakan kebajikan, maka saat
itu kita sedaang dirayu oleh setan. Atau jika perbuatan kita selalu mengarah
kepada kejahatan maka pada saat itu kita telah menjadi setan. Demikian pula
segala sifat-sifat yang dinisbahkan kepada setan semisal sombong, angkuh,
pemarah, kikir dan lainnya, jika sifat tersebut telah melekat didalam diri
manusia maka saat itu pula lah dia telah menjadi setan.
Ramadan memang bulan
dimana setan dibelenggu. Bukan berarti setan tidak bisa menggoda manusia. Bahkan,
godaannya selama Ramadan mungkin jauh lebih hebat. Setan dibelenggu oleh puasa
itu sendiri. Jadi, puasa kitalah yang mengikatnya. Jika puasanya benar-benar dilakukan
dengan serius. Jika tidak, setan itu tetap bisa menggoda manusia, atau setan
itu lepas dari ikatannya kemudian menjelma menjadi wujud manusia, tetapi
perilakunya seperti setan.
.png)