Nuzul Qur'an

Refleksi Kehidupan
0

 


 

Ada sebuah buku bagus yang ditulis oleh Abdurrahman As-Sa'di, Judulnya: "Bacalah Al-Qur'an Seolah-Olah Ia Diturunkan Kepadamu". Buku ini sebenarnya terjemahan dari “Al-Qawaid Hisan Litafsiril Qur’an”, telah diterjemahkan oleh Mizan tahun 2008. Judul itu juga sering disampaikan Pak Quraish Shihab dalam beberapa kesempatan ceramah dan karya tulisnya.

 

Pesan ini kalau mau direnungkan, setidaknya ada tiga hal penting yang harus dilakukan saat membaca Al-Qur'an: sikap hati, sikap saat membaca, dan sikap setelah membacanya.

 

Bagaimana sikap hati saat membaca Al-Qur'an? Pertama, hati harus bersih. Itulah mengapa dianjurkan mengambil wudu sebelum membaca Al-Qur'an, betapapun ritual wudu bersifat lahiriah tapi tujuannya juga sampai dan menyentuh pembersihan hati. Kedua, pentingnya sikap tawadu dalam membaca Al-Qur'an, saat membaca Al-Qur'an, agar hikmahnya tersampaikan, sipembaca harus rendah hati dan penuh ketundukan kepada Allah swt. Ketiga, sikap hati yang diinginkan adalah perasaan cinta yang hadir dari lubuk hati sipembaca.

 

Sekarang bagaimana sikap saat membacanya? Setidaknya ada dua hal. Pertama, disebut sebagai tadabbur atau berusaha mengambil pelajaran saat membaca Al-Qur'an. Tentu ini hanya bisa dilakukan jika secara bertahap menuju tangga yang kedua yaitu memaknai atau menafsiri ayat Al-Qur'an. Untuk bisa sampai kesini perlu merubah cara membaca Al-Qur'an yang lebih komprehensif, selain mengejar kuantitas khatam, perlu juga menjaga kualitas pemaknaan dengan membaca terjemahan, jika memungkinkan sangat bagus sekali kalau-kalau sampai kepada penjelasan tafsirnya.

 

Adapun yang terkait dengan sikap setelah membaca Al-Qur'an adalah disebut sebagai sikap pengamalan. Paling tidak dua hal yang bisa dilakukan sebagai tanda seseorang telah mengamalkan Al-Qur'an, yakni: berbagi dan bersyukur. Berbagi dapat diwujudkan dengan membagi pengalaman atau ilmu yang diperoleh dari hasil bacaan Al-Qur’an. Hal ini dapat disampaikan melalui tulisan atau juga dalam bentuk lisan. Dan, puncak dari pengamalan Al-Qur'an adalah rasa syukur atau terimakasih dengan senantiasa konsisten membangun kebiasaan membaca Al-Qur'an.

 

Nikmat tertinggi yang harus disyukuri oleh seorang Muslim adalah manakala ia senantiasa memiliki kesempatan untuk membaca Al-Qur’an dan dipergunakan kesempatan itu untuk mengambil pelajaran dan kemudian diamalkan.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)