Seminggu ini media diributkan dengan terungkapnya kasus korupsi di Petra Niaga.Tak tanggung-tanggung, anak perusahaan dari Pertamina itu potensial merugikan negara satu kuadriliun (seribu triliun). Banyak kemudian yang mengklaim bahwa korupsi ini adalah korupsi terbesar sepanjang sejarah korupsi di Indonesia.
Kalau
dipikir-pikir, untuk apa uang sebanyak itu? Angka yang sangat besar itu, tidak
hanya cukup untuk tujuh turunan, mungkin juga sampai tujuh puluh keturunan. Ada
yang menarik, seseorang konten kreator melakukan hitung-hitungan kasar, jika
dana itu digunakan untuk membiayai kuliah sampai selesai strata satu maka akan
ada Jutaan anak Indonesia yang jadi sarjana, gratis.
Lambung
manusia memang tidak sampai sejengkal, tetapi nafsunya lebih panjang dari
ribuan kilometer jalan. Demikian pula, lambung manusia hanya mampu menampung
makanan tidak lebih dari tiga kilogram saja, tetapi keserakahannya bisa
melebihi dari berton-ton makanan yang ada.
Puasa
sesungguhnya melatih diri dari sifat serakah dan nafsu yang tidak pernah cukup.
Coba saja perhatikan, sewaktu jalan sore, berburu bukaan puasa, kelihatannya
semua selera, dengan nafsu makan yang menggebu-gebu yakin semua yang dibeli
akan termakan. Apa yang terjadi? Sesaat setelah azan magrib, setelah masuk
segelas air putih, saat itu pula selera berkurang. Makanan yang sudah terlanjur
dibeli ternyata tidak senikmat waktu membeli.
Ini adalah
gambaran kecil betapa buasnya nafsu manusia, ini justru sering dialami saat
puasa. Bagaimana kejadiannya di luar puasa, mungkin lebih buas lagi.
Salah satu
keutamaan dari puasa adalah mampu mengendalikan diri dan meredam keserakahan.
Agaknya, para pejabat kita perlu dilatih berpuasa untuk memuluskan jalan dalam menyelesaikan
jabatannya. Selain puasa Ramadan, dianjurkan puasa Sunnah pada hari Senin dan
Kamis. Menariknya, bekas dari perasaan spiritual saat puasa tersebut mampu
bertahan setidaknya untuk satu hari berikutnya. Jadi kalau kita puasa hari
Senin akan mempu menjaga keserakahan sampai hari Selasa. Nanti, hari Kamisnya
puasa lagi, akan mampu mengendalikan diri sampai hari Jumat. Praktis dari tujuh
hari dalam seminggu, ada empat hari bagi orang yang berpuasa akan selamat.
Puasa
sebulan penuh selama Ramadan ini seyogyanya mampu menjaga hamba untuk sebelas
bulan berikutnya. Dengan berpuasa, nafsu keserakahan akan diredam. Karena itu,
esensi pusa harus dimaknai betul. Apa itu? Imsak (menahan). Orang yang
berpuasa seharusnya mampu menahan diri dari hal-hal yang seharusnya berpeluang
untuk dia lakukan, tapi memilih untuk menahannya.
Seseorang
bisa saja memalsukan tanda tangan dan memperoleh banyak keuntungan dengan hanya
sedikit coretan. Tapi, berkah dari puasa, ia lebih memilih menahan untuk tidak
melakukannya.
Seseorang
bisa dengan mudah mendapatkan banyak uang hanya dengan memalsukan kwitansi,
atau me-mark up anggaran. Tapi masih banyak yang mampu menahannya berkah
dari puasa yang ia lakukan.
